Tugas RPL 4 Model Proses

Model organisasi 
Proyek pengembangan PL berupa upgrade terhadap sistem operasi yang sudah dipasarkan. Upgrade berupa perbaikan terhadap minor glitch serta penambahan banyak feature baru, dengan menggunakan Paradigma random milik constantine

Alasan saya memilih paradigma ini adalah karena,
Paradigma ini dapat membentuk sebuah tim secara bebas dan tergantung pada inisiatif individual anggota tim. tentu saja paradigma ini  memiliki kelebihan & kelemahan, diantarnya :

Kelebihan : saat terobosan inovasi atau teknologi dibutuhkan, tim yang mengikuti paradigma random akan unggul

Kelemahan : akan diperlukan unjuk kerja yang lebih keras, jika kinerja teratur diperlukan
Perancang dan analis sistem terlibat dalam tim pengembangan perangkat lunak dan harus mengetahui bagaimana program ini dikode dan bagaimana hasil akhirnya.

Untuk itu diperlukan keterampilan pengorganisasian dalam tim proyek. Pengorganisasian proyek pengembangan perangkat lunak memerlukan komunikasi, integrasi dan koordinasi yang baik. Pengorganisasian tim pemrograman menggunakan pendekatan organisasional.

Pendekatan Organisasional
Tiga cara untuk mengorganisasi tim pemrograman, yaitu :
1.      Tim Pengembangan Program ( Program development team)
2.      Tim programmer kepala (chief programmer team)
3.      Tim pemrograman bersama (Egoless programming team)

1. Tim Pengembangan Program ( Program development team)
   Tim pengembangan program dikelola oleh manajer tim atau seseorang yang terlibat dalam SDLC dari awal, dan didukung oleh perancang, pengkode, dan penguji Jika perusahaan menggunakan aturan 40-20-40 maka orang-orang yang memiliki keterampilan lebih tinggi harus ditugaskan untuk perancangan dan pengujian. Bila rancangan lengkap, jelas dan akurat maka tugas pengkodean akan menjadi proses yang sederhana yang dapat dijalankan oleh setiap orang yang telah kenal dengan sintaks bahasa pemrograman. Konsep ini mendukung terciptanya teknologi CASE.

2. Tim programmer kepala (chief programmer team)
   Tim ini dibentuk dari programmer kepala atau senior yang banyak pengalaman dan pengetahuan pemrograman. Programmer kepala dapat berkomunikasi secara efektif dengan analis dan perancang sistem, pemakai, dan berbagai teknisi.
Programmer kepala didukung oleh asisten utama yang bertugas sebagai komunikator dengan orang lain pada tim atau penyampai informasi dari gagasan programmer kepala. Kedua orang tersebut didukung oleh Programmer pendukung/ yunior bertugas membantu programmer kepala dan asisten utama untuk proyek besar yang tidak dapat ditangani sendiri. Para programmer pendukung biasanya mengkode modul-modul tingkat rendah. Tim ini juga didukung oleh pustakawan, administrator, editor, dan klerk program.

3.Tim pemrograman bersama (Egoless programming team)
   Tim ini terbentuk dari seluruh rekan yang bersama-sama bertanggung jawab atas pengembangan perangkat lunak tanpa supervisi langsung/pimpinan.

Perbedaan pendekatan-pendekatan tersebut :
  •   Tim pengembangan program mengembangkan aturan 40-20-40 yaitu menekankan pada perancangan dan pengujian.
  •  Tim programmer kepala dan tim pemrograman bersama menekankan pada fungsi pengkodean.

Jumlah interface dan lintasan komunikasi dari pendekatan di atas:

  Tim pengembangan program tersusun atas 2 perancang, 1 pengkode, 2 penguji. Interface dan lintasan komunikasi berada antara perancang dan pengkode, pengkode dan penguji, perancang dan penguji. Interface dan lintasan komunikasi ke manajer tim hanya memberikan rekapitulasi dan informasi kinerja karena manajer tidak terlibat langsung dalam pekerjaan yang sebenarnya. Jadi total interface dan lintasan komunikasi ada lima, dan satu interface manajemen.



  Tim programmer  kepala terdiri dari lima programmer pendukung mempunyai lima interface dan lintasan komunikasi, dan lebih mungkin memenuhi deadline yang ketat.





Tim pemrograman bersama terdiri dari lima programmer. Jumlah interface dan lintasan komunikasi = n(n-1)/2= 5(5-1)/2=10




  Biasanya untuk komunikasi membutuhkan waktu dan mengurangi produktivitas. Segala jenis pekerjaan pengembangan biasanya waktu restart (mulai lagi) setelah setiap interupsi besarnya 30 menit sehingga peluang pemrograman yang bisa dilakukan waktunya sedikit.
Oleh karena itu apabila terdapat lebih dari tiga programmer yang terlibat maka sebaiknya ditetapkan seorang supervisor atau pimpinan.






Tidak ada komentar: